Tiga Eks Pelatih Chelsea Ini Berebut Gelar di Italia

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polresta Surakarta Cyber News

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tiga mantan pelatih Chelsea, yakni Carlo Ancelloti, Antonio Conte, dan Maurizio Sarri akan meramaikan dan saling-bersaing memperebutkan gelar juara kompetisi sepak bola Serie A Italia 2019/2020. Napoli, Inter Milan dan Juventus yang merupakan tiga klub sepak bola papan atas Negeri Pizza menjadi kandidat kuat saat ditukangi oleh tiga eks pelatih klub raksasa Liga Primer Inggris.

Eks pelatih Chelsea periode 2009-2010, Carlo Ancelloti menjadi yang pertama di antara ketiganya yang memulai debut kepelatihannya di sepak bola Italia. Carlo yang dulunya bermain sebagai gelandang tercatat 26 kali membela tim nasional Italia. Sebagai pelatih, Carlo memulai kariernya pada 1995-1996 dengan melatih Associazione Calcio Reggiana 1919, klub sepak bola Italia dari Reggio Emilia.

Chelsea merupakan tim kelima yang ditukangi Carlo sepanjang kariernya. Bersama the Blues ia mengukirkan tinta emas dengan meraih trofi Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Community Shield. Carlo telah menjadi pelatih Napoli sejak musim 2018-2019 kemarin. Ia dikontrak selama tiga musim. Performa Napoli di bawah Ancelotti musim ini terbilang cukup baik.

Walaupun Ancelotti gagal menghadirkan satu pun gelar di San Paolo, Napoli sudah dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan. Napoli menempati posisi kedua di Liga Italia dengan 79 poin dari 37 laga. Ia bahkan pernah diminta oleh bintang Juventus, Cristiano Ronaldo untuk menggantikan Massimiliano Allegri, namun Ancelotti dipastikan tetap memilih Napoli.

Selanjutnya, eks pelatih Chelsea pada 2016 hingga 2018, Antonio Conte kini telah resmi menggantikan posisi Luciano Spalletti sebagai pelatih Inter Milan. Mantan pemain sekaligus pelatih Juventus ini telah memulai karier kepelatihannya sejak 2006-2007 sebagai juru taktik klub asal Italia, Unione Sportiva Arezzo. Chelsea merupakan klub ke-7 yang ditukanginya. Bersama The Blues, Conte berhasil mempersembahkan trofi Liga Primer Inggris pada musim 2016/2017 dan Piala FA pada musim 2017/2018.

Namun, sebagai mantan kapten dan pelatih Juventus, Conte dianggap berkhianat oleh fan Juventus lantaran menjadi juru taktik Inter Milan. Namun, keputusan Conte bergabung bersama Inter Milan itu didukung oleh legenda kiper Bianconeri, Gianluigi Buffon. Buffon memahami arti Juventus bagi seorang Conte.

Terakhir adalah Maurizio Sarri, eks pelatih Chelsea berikutnya yang ikut bergabung pada kompetisi sepak bola Italia pada musim 2019/2020. Pria berusia 60 tahun ini akan menukangi Juventus untuk menggantikan posisi Massimiliano Allegri.

Sarri boleh jadi hanya satu musim bersama the Blues, namun prestasi yang dibawanya tidak bisa dibilang biasa. Sarri mampu memenuhi target yang diembannya, yaitu meloloskan Chelsea ke Liga Champions plus gelar juara Liga Europa.

Pelatih asal Italia itu resmi bergabung bersama Chelsea untuk menggantikan posisi Antonio Conte sejak pertengahan Juli 2018. Sarri dikontrak di Stamford Bridge selama tiga musim dan digaji sebesar 6 juta euro pertahun. Bekas pelatih Napoli itu menjadi pelatih ke-10 the Blues di luar tiga pelatih interim atau sementara.

Sarri kerap menuai kritik lantaran gaya permainan yang diandalkannya selama ini dianggap tidak cocok. Namun, Sarri enggan mengubah filosofi sepak bola yang selama ini telah diterapkannya. Sarri berpendapat bahwa satu-satunya cara agar gaya permainannya dapat diterima fan adalah dengan memenangkan pertandingan dan meraih trofi.

Hasilnya, Sarri dan Chelsea berhasil membuktikan diri lolos ke Liga Champions musim depan dengan menutup musim di peringkat ketiga klasemen dan meraih gelar juara Liga Europa serta bisa sampai ke final Piala Liga, meski akhirnya dikalahkan oleh Manchester City. Kini, Sarri telah kembali ke Italia untuk berebut scudetto Serie A dengan dua eks pelatih Chelsea lainnya.

Polresta Surakarta Cyber News

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Site Footer