Monumen Pers Nasional Kenalkan Koran dan Mesin Ketik Lawas ke Murid

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polresta Surakarta Cyber News

 

SOLO – Monumen Pers Nasional Solo memamerkan sejumlah koleksinya di Museum Ranggawarsita, Semarang, Jumat-Senin(19-22/7). Mesin ketik hingga koran lawas jadi ikon kegiatan tersebut.

Kepala Monumen Pers Nasional Solo Widodo Hastjaryo mengatakan, sedikitnya lima koleksi Monumen Pers Nasional diboyong untuk meramaikan event bertema Diversity for Unity. “Kami memamerkan empat koleksi seperti kamera, mesin ketik, replika koran, dan replika majalah,” jelasnya kemarin.

Mesin ketik yang dipamerkan yakni merek Continental Standard A dengan seri 855365-1 buatan Jerman pada 1914. “Mesin ketik seperti itu tentu jarang dilihat anak zaman sekarang,” terangnya.

Sekitar 1930, mesin ketik tersebut pernah dipakai oleh perusahan percetakan dan penerbitan buku terbesar di Hindia Belanda N.V. Koninklijke Boekhandelen Drukkerij G. Kolff & Co dengan kantor cabang di Surabaya.

Koleksi yang menyita perhatian lainnya yakni replika kamera kuno berbahan kayu. Kamera dikenal dengan tipe wet collodion itu dipakai sekitar 1880 para penggemar fotografi. Di antaranya mengabadikan restorasi Candi Borobudur hingga 1890.

Untuk replika koran, ditampilkan karya De Locomotief yang merupakan koran pertama terbit di Semarang pada zaman Hindia Belanda. “Kami juga bawa koran Slompret Melajoe yang merupakan surat kabar Hindia Belanda dan pertama kali terbit 3 Februari 1860 oleh G.C.T Van Dorp dengan D. Appel sebagai editornya. Keunikannya masih pakai bahasa Melayu,” beber Widodo.

Sedangkan koleksi majalah yang ditampilkan yakni majalah Djawa Tengah Review yang terbit 1929. Isinya dinilai dapat membawa pengunjung menembus ruang waktu melihat fenomena sosial tempo dulu. (Radar Solo)

Polresta Surakarta Cyber News

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Site Footer